Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Metode mengukur diri dan Keberanian mengambil keputusan #part1

Seorang cewek takut menimbang badan selepas lebaran. Seorang cowok takut mengukur tinggi badan saat mendaftarkan diri ke TNI. Seorang Bapak-bapak nekad bilang "perut saya langsing kok" atau "buncit itu tanda kemakmuran" saat makanan enak terhidang. Padahal perut sudah kaya ibu hamil 6 bulan. Seorang kakek nenek dipaksa untuk check kesehatan namun selalu menolak karena takut ketahuan penyakitnya. Dan lain sebagainya... Tanpa sadar, mayoritas kita dan termasuk saya sering sekali membohongi diri untuk menghindari yang namanya "mengukur diri". Contoh di atas hanyalah hal hal kecil, namun sudah cukup menunjukkan bahwa kita terbiasa dengan membohongi diri. Padahal jika dipikir pikir, mengukur diri apa sih susahnya? Yaa... mungkin bisa saja mudah, jika yang diukur adalah masih dalam satuan fisik. Berat badan bisa diukur dengan timbangan, tinggi cukup dengan meteran, tekanan darah menggunakan tesi meter, dan lainnya. Namun, bagaimana jika yang ki...

Berburu Quran Madinah "tergiring" ke Sokaifat Bani Saedah

di sisi belakang masjid Nabawi, belakang kawasan raudoh. Selama masa "arbain", sebelum masuk adzan Sholat Ashar saya sengaja "menghadang" dipintu masuk sebelah utara, atau tepatnya di belakang kawasan roudhoh. Tidak dipungkiri wilayah raudhoh bak magnet bagi jamaah haji di seluruh dunia, karena di tempat itulah (antara makam Rasul dan mimbar masjid) taman surga yang ada di dunia ini mewujud. Tak terkecuali saya, ada rasa yang mendorong saya untuk mendekat ke wilayah itu, untuk Sholat sunnah, atau sekedar memanjatkan doa dan beramal ibadah apapun di sana.  Benar saja, saat pembatas dibuka Alhamdulillah saya dapat masuk ke dalam masjid utama nabawi di bawah kubah hijau, dan saya menunggu hingga Adzan Ashar dikumandangkan. Saya duduk di shof yang tidak berjauhan dengan tiang masjid yang bertumpuk Quran Madinah yang sudah saya incar semenjak di tanah air untuk memilikinya. Tidak berfikir panjang, saya langsung mengambil Quran madinah tersebut dan membaca b...

Kids Jaman Now dan pergeseran standar "Rekoso"

Pagi itu masih diselimuti kabut tipis dan cuaca yang sejuk kota Wonosobo, saya duduk-duduk dengan sekumpulan Bapak-Bapak di smoking area Kantor Imigrasi. Hari itu merupakan acara pengurusan pasport secara rombongan yang dipanitiai oleh Departemen Agama Magelang. Jujur, saya sendiri belum banyak mengenal secara personal Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu yang ikut rombongan ini. Walaupun begitu, saya percaya, kami memiliki satu tujuan yang sama pada hari itu dan Insyallah begitupun di hari-hari berikutnya, sehingga itu menjadi pengikat kami semua. Selayaknya basa-basi "kejawen", saya memulai mendekati dua orang Bapak-Bapak, berjabat tangan, saling bertanya asal tempat tinggal, datang dengan siapa dan sebagainya. Tak kurang dari 30menit komunikasi dengan Bapak-Bapak ini sudah mulai mencair. Sesaat kemudian saya menyadari bahwa saya adalah yang termuda diantara seluruh rombongan kali ini, sehingga tentu menimbulkan sedikit rasa sungkan terhadap Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu saat itu. ...