Di pagi yang cerah, dengan wajah sumringah, Ucil menenteng lembaran kertas Ular tangga bergambar karakter animasi, sebulir dadu, dan 5 bidak warna-warni. Permainan ular tangga itu didapatnya dengan menukarkan botol-botol bekas ke tukang loak yang dapat ditukar dengan satu set permainan itu. Dua kawannya Adi dan Budi sudah menunggu di tempat biasanya Ucil dan teman-temannya bermain, di halaman rumah Bobi. Tikar daun kelapa tergelar dibawah pohon rindang, air berhembus sepoi-sepoi, burung berkicau, menari-nari di antara dahan pohon. Ucil: "Hai teman-teman, aku bawa ular tangga nih." Adi: "Mantap!! ayok main" Ucil: "Bobi mana teman-teman?" Budi: "Masih di dalem rumah, ntar juga nyusul, yuk main ular tangga dulu sekali putaran" Ucil menggelar papan ular tangga ditengah-tengah lalu membagi bidak warna-warni kepada dua temannya. Ucil sejak dulu sangat menyukai permainan ini. Kombinasi antara peluang, keberuntungan dan kesabaran. Sesekali ...
Reminder of my Precious Life