Mungkin ini akan menjadi postingan yang paling tampak "liberal" haha.. Tapi, sungguh ini adalah kenyataan dan hanya sebuah kontemplasi jika kita merenungkannya.
The big question :
Siapa Sosok Tuhan di Matamu?
Ke-1, apakah seperti sosok Rambo? dimana sosok yang kuat, pemberani, dengan mudah menghancurkan dan mengalahkan musuh-musuhnya. Bertindak atas nama keadilan, balas dendam dan perlawanan terhadap kejahatan di bumi?
Bagi yang menyukainya, menarik sekali bukan? menonton aksi-aksi superhero dan film-film action. Membuat semangat menggelora, dorongan perlawanan, pemberontakan terhadap ketidakadilan menjadi bertumbuh.
Namun, ingatlah bahwa Rambo adalah bentuk kerinduan negara mereka dari kejayaan, Faktanya Amerika tidak pernah menang melawan Vietnam. Mereka membuat fantasi yang menenangkan hati dengan membuat tokoh rekaan yang tak terkalahkan, yang selalu ada melindungi mereka, walau faktanya justu sebaliknya.
Apakah seperti ini perumpaan Nya?
Peradaban masa lalu sudah sering melakukannya dengan mitos-mitos dewa dewi "unbeatable" mereka.
Ke-2, apakah seperti Rentenir? Ketika butuh bantuan, kamu datang kepadanya. Jika butuh uang, kamu pinjam kepadanya. Memberi solusi singkat keuangan kita. Dengan meminta kepadanya, banyak orang dapat mencukupi kebutuhannya.
Namun, tentu saja pada akhirnya rentenir akan menagih pembayaran. Bahkan kalau perlu memakai tukang pukul untuk menagih kembali pelunasan. Jika telat melanggar tenggat pembayaran, akan ada konsekuensi terburuk dipukuli debt collector. Tidak ada rasa toleransi saat tiba waktunya, karena rentenir melakukan itu dengan tujuan untuk menguntungkan dirinya sendiri.
Apakah seperti ini perumpaan Nya?
Ke-3, apakah seperti Bos Perusahaan? Ketika kita butuh penghasilan, mereka membuka lapangan pekerjaan. Kita diuntungkan dengan banyaknya perusahaan yang berbanding lurus banyaknya lapangan pekerjaan untuk pekerja.
Namun, Jika kita melakukan kesalahan, kita juga beresiko kena SP 1,2,3 atau bahkan diPHK. Kita patuh karena takut, kita patuh karena dikontrak, kita patuh karena kita butuh uang. Bos mu itu tidak peduli denganmu, selama kamu menguntungkan bagi perusahaan, kamu akan terus di berdayakan, jika tidak menguntungkan, kamu anak di tendang. Kamu bertindak dan patuh hanya karena rasa takut.
Apakah seperti ini perumpaan Nya?
Ke-4, apakah seperti Teman akrabmu? yang dimana saat kamu meminta bantuan, dia datang membantu. Saat butuh uang dia bisa meminjamkan.
Namun, dengan kebaikan teman akrabmu itu, kamu meremehkannya, menggangap sebagai teman akrab membuatmu menganggap candaan dan hinaan fine fine saja, atau tindakan yang membebaninya kamu anggap hal yang wajar. Padahal bisa jadi teman akrabmu itu tersakiti karena tindakanmu yang selelu meremehkan.
Apakah seperti ini perumpaan Nya?
Ke-5, apakah seperti Ibu dan Ayahmu? yang dimana saat kamu berbuat baik dan sukses, mereka bangga, saat kamu sakit, mereka mengobatimu, saat sedih mereka menghiburmu, bahkan saat kamu berbuat kesalahan mereka berusaha membela. Menjagamu agar tidak di hukum oleh masyakarat. Kamu mau baik atau buruk mereka tetap tidak tega melihatmu menderita, dan selalu menyayangimu hingga akhir hayat. Sedangkan dirimu bisa saja berpotensi untuk bertindak seenaknya sendiri dengan tameng orang tuamu.
Namun, ingatlah Orang tua mu tidak akan selamanya melindungimu, karena mereka saat lanjut usia akan menggalkan dunia ini.
Apakah seperti ini perumpaan Nya?
Kamu boleh memilih perumpamaan seperti apa Tuhanmu itu. Semua orang punya cara memandang Tuhannya masing-masing, bahkan saat memiliki agama yang sama, sekalipun.
Terlepas dari semua perumpamaan itu, Tuhan pasti lebih dari apapun yang kita bayangkan. Tuhan tetap Zat Gaib yang tidak menyerupai apapun itu, bahkan hanya mirip mahluk pun, pastinya sangat tidak mungkin.
Namun demikian, sebagai makhluk yang terbatas ini, kita bisa melihat, orang-orang disekitar kita selalu saja memadankan Tuhan seperti apa yang mereka pikirkan masing-masing.
Mereka yang keras, tegas, sering memakai metode menakut-nakuti dengan Tuhan Rambo, Bos besar, mereka.
Mereka yang bisnisman, oportunis, sering memakai metode transaksional dengan Tuhan Rentenir Mereka.
Mereka yang mengatasnamakan cinta kasih, sering memakai metode kewajaran, kemudahan dengan Tuhan Pertemanan Mereka.
Sedangkan,mereka yang freeman, sering memakai metode kebebasan dengan Tuhan Ibu Bapak mereka.
LALU PERUMPAMAAN APA YANG KAU PILIH?
APAPUN YANG KAMU PILIH,
YANG PASTI TUHAN "BEYOND" DARI SEGALA MAKHLUK DI SEMESTA.
DIA SANG "PRIMA CAUSA" YANG JUGA MEMBUAT PEMIKIRAN SEPERTI INI MEWUJUD.

Komentar
Posting Komentar