Sebagai "New Dad" rutinitas membeli peralatan dan kelengkapan untuk Si Kecil cukup intents.
Namun saya tidak akan membahas tentang rutinitas belanja di sini.
Di salah satu Toko Swalayan yang cukup dekat rumah, ada hal menarik bagi saya pribadi. Mungkin hal ini biasa saja, namun sempat membuat saya tergelitik untuk mentafakuri hal itu.
Kronologisnya seperti ini. Saat saya pertama kali mengunjungi toko swalayan itu. Seperti biasa sepeda motor diparkirkan di depan toko. Terlihat berjejer tukang parkir yang tidak hanya satu atau dua orang saja. Salah satu tukang parkir menyeletuk
Saya hanya mengiyakan saja dan bersama Istri memasuki Toko tersebut.
"Mas, mboten sah di kunci stang nggih" (mas, tidak usah di kunci stang ya).
Saya hanya mengiyakan saja dan bersama Istri memasuki Toko tersebut.
Sumber foto: maramissetiawan.files.wordpress.com
Setelah kurang lebih 30 menit berbelanja, saatnya pulang. Di pintu keluar ternyata motor saya sudah di posisikan tepat di pintu keluar bersamaan dengan kami melangkah keluar.
"Ke arah selatan atau nyebrang ke utara mas?" Tukang parkir menanyakan.
"Ke selatan pak" jawab saya singkat.
Seketika yang muncul dibenak saya, "Buset, Valet Sepeda Motor nih...
Mungkin bisa saja saya dibilang berlebihan, namun bercermin dan membandingkan tukang parkir lainnya di tempat lain sangat jauh berbeda.
- Ada yang liar.
- Ada yang asal nerima uang nggak mau nyebrangin.
- Ada yang di kasi 5000 gak dikasi kembalian.
- Ada yang ketus. dan lainnya
Yap di Toko ini, saya rasa managementnya paling baik sejauh saya menemukan lahan parkir lainnya. Tapi maksud saya tukang parkir konvensional lho ya, bukan yang menggunakan mesin parkir dan sistem modern lainnya.
Satu hal yang bisa menjadi pembelajaran adalah "profesionalitas kerja"
Tak sedikit kita dan orang-orang diluar sana mengakui berprofesi sebagai ini dan itu. tetapi tidak mencintai profesinya.
Pertanyaannya apa indikator dari "mencintai"?
Bagi saya, salah satu contoh, misalnya.
Kalau itu perdagangan barang, ya barang harus berkualitas, sehingga konsumen senang.
Kalau itu perdagangan jasa, ya pelayanannya harus baik, sehingga klien puas.
Kembali kepada "Valet Sepeda Motor" tadi.
Membuat sistem ini bukan hal yang mudah lho.
Saya coba bedah satu persatu tantangannya:
- Setiap pelanggan toko harus diinfokan untuk tidak kunci stang satu persatu.
- Menata ulang motor dengan rapi
- Mengingat-ingat motor ini motor siapa (karena tidak diberi nomor dsb)
- Harus dibagi tugas. ada yang menjadi mengawasi apakah pelanggan sudah mau keluar atau belum. Ada yang bagian public relation (menginfokan kunci stang), dan ada yang teknisi, menggeser-geser motor hingga tertata rapi.
- Dan mereka hampir tidak bisa bersantai-santai saat kerja, karena harus mengawasi dan memindah mindah kendaraan.
- Butuh koordinasi walau sesederhana apapun pekerjaannya.
Bercermin dari itu semua, tanpa merendahkan pekerjaan sebagai tukang parkir, saya harus belajar dari pekerjaan ini.
Setidaknya saya harus mulai menerapkan profesionalitas ini walaupun tidak sedikit klien yang lagi-lagi kurang memahami kondisi dan dalam tanda kutip "rewel".
Pada dasarnya selama sistem yang dibuat oleh para pemangku kebijakan baik dan telah disepakati bersama. InshaAllah segala sesuatunya menjadi teratur dan berdampak positif hingga ke sekitarnya.
Sebagai penutup,
Istri saya pernah bercerita bahwa salah satu saudara pernah mengisi waktu luang untuk bekerja di Toko itu. Setiap pagi pimpinan memerintahkan pegawainya untuk membaca Quran sebelum bekerja, dan setiap pegawai sangat memiliki kekeluargaan yang erat.
Dalam hati kecil saya.
"Yap saya sudah mengerti tanda-tanda sederhana tentang Valet Sepeda Motor ini"
Pertanyaannya :
"Kapan kami dapat menerapkan hal ini?"
Setidaknya saya harus mulai menerapkan profesionalitas ini walaupun tidak sedikit klien yang lagi-lagi kurang memahami kondisi dan dalam tanda kutip "rewel".
Pada dasarnya selama sistem yang dibuat oleh para pemangku kebijakan baik dan telah disepakati bersama. InshaAllah segala sesuatunya menjadi teratur dan berdampak positif hingga ke sekitarnya.
Sebagai penutup,
Istri saya pernah bercerita bahwa salah satu saudara pernah mengisi waktu luang untuk bekerja di Toko itu. Setiap pagi pimpinan memerintahkan pegawainya untuk membaca Quran sebelum bekerja, dan setiap pegawai sangat memiliki kekeluargaan yang erat.
Dalam hati kecil saya.
"Yap saya sudah mengerti tanda-tanda sederhana tentang Valet Sepeda Motor ini"
Pertanyaannya :
"Kapan kami dapat menerapkan hal ini?"

Komentar
Posting Komentar